EMCEE PENCABUT NYAWA

DUNIA DAN PENDULANG

Konon, dahulu para pendulang adalah mahluk yang menganggap dirinya paling
mengerti isi dari dunia. Saking mengertinya, tidak ada yang mengerti isi
atau jalan pikiran mereka. Padahal pendulang tersebut hanya mengerti bagaimana cara
menjalani tantangan hidup untuk dapat dinikmati lebih dalam lagi, sehingga setiap hal yang
mereka lakukan jarang sekali terpikirkan oleh pekerja keras lainnya yang menjalani
hidup mereka penuh dengan ambisi yang jarang dapat dikontrol.
Suatu waktu, dunia bertamu ke rumah salah satu dari ribuan pendulang.
Melihat sosok di depan pintu rumahnya, pendulang itu tersenyum dan menyambut
Hamba Tuhan itu dengan senyum sembari bertanya, "Hai Pemberi Harapan
dari langkah-langkah manusia, apa yang menyebabkan sosok agung ciptaan Tuhan Allahku
datang ke tempat kumuh ini?" Dan segera, sebuah jawaban keluar dari mulut Sang Dunia
"Hanya sekedar bertanya kawanku, apa yang telah kau dapatkan hari ini?"
"Ah, hanya sebuah perkiraan satu dari seribu rahasia tuanku. Tak lebih, dan tak
kurang" Jawab pendulang itu.
"Rahasiaku? Apa itu teman?" Tanya dunia lagi. "Bukan apa-apa tuan, bilamana kujawab, maka aku takut, kemurkaan tuan akan memenuhi
kepala tuan" Balasnya.
Seketika itu juga, takutlah pendukung utama dari istana manusia tersebut. Sehingga
berkatalah dia kepada pendulang tersebut dengan nada suara bergetar saking murkanya
katanya, "Pernah rasmu kuanggap sebagai pendukung sejati, pernah rasmu kuanggap
sebagai pengendali emosi, Dan pernah hikayat-hikayatmu yang terdengar di telingaku
menjadi bagian dongeng-dongeng dari mimpi-mimpi indah pemuja ambisi!! Siapa kamu?!
Beraninya seorang yang beralaskan kertas koran mencari satu dari seribu rahasia-rahasia dunia!!
Maka, sekarang dunia akan selalu mengutukmu, dan takkan pernah membuat kisah-kisah
terdengar begitu indah bagi dirimu sendiri!!!"
Mendengar itu, berkatalah pendulang tersebut "Tuan, bertahun-tahun aku hidup untuk
menunggu agar dapat menmati indahnya kematian, sampai saat itu tiba, kami selalu
dinaungi oleh kebosanan-kebosanan jiwa dan raga. Sedangkan tantangan hidup tuan
tidaklah terlalu sukar untuk dipecahkan!!"
"Tidaklah pernah aku memberi tantangan yang terlalu mudah karna selain aku menghormatimu
sebagai ras yang selalu kugandeng tangan kanannya, juga karna hidupmu yang selalu
5 langkah lebih majulah yang membuatmu seakan-akan tantangan itu terlalu mudah.
Dan bila kau menginginkan yang lebih dari kodratnya, maka mulai sekarang, kau dapatkan
hal itu!!" Bentak dunia kepadanya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

1000 tahun telah terlewati sejak pertemuan antara dunia dan satu dari sekian banyak
pendulang yang ada. Dan kini, setelah sekian lama, berjumpalah mereka di atas
sebuah gunung berapi.
"Tuan, ternyata memang benar perkiraanku tentang satu dari seribu rahasiamu
itu."Kata pendulang itu mengawali percakapannya.
Namu, dunia hanya diam dengan menunjukkan muka congkaknya kepada pendulang tersebut
dan bertanya. "Katakan padaku, apakah bentuk dari perkiraanmu tersebut?"
Mendengar itu, tersenyum dan tertawalah pendulang tersebut, dan berteriak. "Telah
lama kunanti tantangan seperti ini tuan. Namun, semua ini membawaku menuju sebuah
kesimpulan dari rahasia-rahasiamu wahai dunia!! Karna, Separuh dari manusia
tidak tahu, namun mereka begitu ingin tahu. Dan sisanya, adalah yang sudah tahu,
namun pada akhirnya tak ingin untuk tahu!!!
"






















get your fuckin’ hiphop or y’ll can be like this