EMCEE PENCABUT NYAWA

UNTUK SEKALI LAGI

Aneh... Sekali lagi kulihat tatapan Eros terlihat mengejek.
Sempat aku mengambil jarak dengan Chronos sejenak untuk mengira-ngira, apa yang
sebenarnya terjadi di sini? Tak lama kemudian terlihat jelas sekali saat Eros
datang dan bertitah "Ambilah hakmu, dan selesaikan dengan baik!" Lalu,
akupun membalas "Percayakan padaku hakku wahai yang ditangannya terletak hati tiap manusia,
hati tiap laki-laki terhadap perempuan atau bahkan sebaliknya. Yang ditangannya terpegang
satu kata yang sulit sekali untuk dijelaskan lewat nalar ataupun logika... Percayakan padaku...!?"

Sejak itu aku mulai menantang kutukan dan mengutuk pantangan
Maka sejak itulah hakku menjadi hakku.
Tapi tak lama berselang, saat angka enam menjadi angka penentuan,
saat di dalam angka tersebut berdiri benih dari sumpah dan kutukan-kutukan Ahasveros,
Saat hakku kulepaskan begitu saja dengan segala hal palsu sebagai alibi
siapakah yang dapat menebak?
Bahkan Zeuspun tak dapat mengerti apa yang terjadi...
Aku hanyalah seorang pemalu, tapi dari situlah muncul hal-hal yang
tak pernah kuharapkan. Namun Mars telah lebih mengerti apa yang harus dilakukan setelah itu
ketimbang aku.
Ketimbang sesuatu yang berbau sangit dan tak menyerupai bentuk seperti manusia lagi.
YA..!!! AKU BUKAN MANUSIA LAGI..!!!
Wujudku telah berubah bentuk menjadi abu dalam sebuah kotak. Karna hakku telah memilih
yang lebih baik, atau tidak sama sekali
Yang jelas, bukan aku yang terbaik!! Bukan aku yang pantas untuk sesuatu yang indah!!!
BUKAN AKU!!!!
Karna itulah aku dikutuk sumpahi Eros, dan ditinggal bersama Ahasveros
Karna egoku, hatiku, otakku, logikaku,
tubuhku, tanganku, prasangka beserta rasa malu dan takutku.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kalaupun Jupiter mengikuti ajakan Eros untuk mengejekku. Ataupun
raja para dewa langit dan bumi menganggapku sampah, itu tidak akan apa-apa.
Asalkan...
Demi menebus dosa-dosa yang akan kusesali sampai mati, itu tidak akan apa-apa.
Asalkan...
Demi menciptakan senyum dari mulutnya, itu tidak akan apa-apa
Asalkan...
Aku diberi satu kesempatan lagi, agar dapat kembali menantang kutukan
dan mengutuk pantangan,
demi menjadi yang terakhir bagi hakku,
dan untuk itu harus kuceburkan diriku ke dalam jurang
penyiksaan....
ITU TIDAK AKAN APA-APA
asalkan, ku dapatkan kesempatan
UNTUK SEKALI LAGI YA TUHAN....




















get your fuckin’ hiphop or y’ll can be like this