EMCEE PENCABUT NYAWA

Hanya sekedar pelampiasan dari hati, apa sich yang kubutuhkan dari dunia ini? Otak encer kaya para waskita dunia? Kebesaran hati dunia pada keadaan yang aku lalui selama ini? Atau bahkan berhentinya roda nasib saat aku berada di atas?

IT JUST NOTHING!!! gak ada apa-apanya bagiku.... Hidup yang pingin aku jalanin adalah hidup dimana aku bisa bertemu orang yang aku sukai tiap hari, orang yang sangat berarti bagiku, bahkan teman yang ada disaat aku butuh. Da world has a changed.... Semua berada di atas kendali per-individu, kesibukan tanpa sosialisasi, keinginan untuk berada di atas yang lain, one man show, or else.....

Hal seperti ini yang aku pikirin selama ini, dan hal seperti ini yang bikin aku sakit. Tapi semua tak sesakit saat aku gak bisa ketemu ama orang yang bener-bener pingin aku temui. Seorang temen yang aku harap mengerti semua tentang aku, seorang temen yang amat sangat berharga bagiku, dan seorang temen yang aku harap dapat menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar temen.

But da truth is different.... Hidup dengan kesibukan sendiri, kesibukan yang hampir gak pernah berhenti, dan bersosialisasi dengan orang yang gak aku tau siapa dia. Life so sick if someone can't do wut he/she want, so am i...

I can't do it... Padahal aku berharap di mana ada aku, pasti ada dia. Layaknya menjerit tanpa suara, aku cuman bisa diam dan sabar menerima bahwa ini kenyataannya. Kenyataan bahwa dia memang gak pernah menganggap aku lebih dari sekedar temen. DAMN!!!! Hidup seakan kembali bersifat monoton dan menonjolkan diri pada takdir yang memang jujur hampir gak bisa aku terima, seolah tertawa dan bebas mengendalikan aku kapanpun "dia" mau.

Ma soul, ma dream, seakan hancur saat itu juga. Ditambah dengan "orang ketiga yang merasa bahwa inilah saatnya untuk aku ngomong ke "ma special guess". Aku sebenernya ngerti bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk ngomong. Tapi seperti jalannya sebuah arus sungai, mau gak mau aku dipaksa untuk mengikuti alur cerita tersebut.

I can't think bout da "rebel", yang ada di otakku saat itu adalah "HOW?". Yeah.... "HOW".... How to do it, how to make dat day to be ma special day. Ini adalah untuk pertama kalinya aku ngelakuin hal tersebut, tapi ternyata semua yang aku rasain dari dia adalah sebuah harapan semu, yang bakal hilang dan gak akan berbekas meskipun hanya sebatas 0,1mm. Harapan semu yang akan segera berubah menjadi awan. "Terlihat namun tak tersentuh". Atau layaknya fatamorgana, hanyalah sebuah bayangan yang tak pernah nyata.

Fo ya', ma "special guess". I just want to say dat i still can't forget bout cha......

"A KISS FO YA' TO KNOW DAT I MISS"






















get your fuckin’ hiphop or y’ll can be like this